JAWA BARAT — Duel penentu posisi di Grup A Piala AFF 2026 akan tersaji di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2026) pukul 20.30 WIB. Kemenangan atas Vietnam akan mengamankan posisi Indonesia di papan atas klasemen, sekaligus menjauh dari kejaran lawan yang hanya terpaut dua poin di belakang.
Saat ini Garuda duduk di peringkat kedua dengan koleksi enam poin, tertinggal satu angka dari Singapura di puncak klasemen. Adapun Vietnam berada di urutan ketiga dengan empat poin, membuat laga ini menjadi penentu arah langkah kedua tim menuju babak semifinal.
Luciano Leandro, pengamat yang juga legenda PSM Makassar, menyoroti dimensi berbeda yang dihadirkan tiga penyerang naturalisasi asal Brasil milik Vietnam. Rafaelson dan Hendrio sudah menyumbangkan tiga gol total, sementara pergerakan Geovane Magno dinilai sama berbahayanya meski belum mencetak gol.
"Vietnam memiliki beberapa pemain yang harus benar-benar diwaspadai, terutama para pemain naturalisasi asal Brasil yang memberikan dimensi berbeda di lini serang," ujar Luciano kepada Bola.com.
Kombinasi fisik kuat, kemampuan menahan bola, dan penyelesaian akhir yang mematikan dari ketiganya disebut bisa menjadi pembeda di Pakansari. Pertahanan Indonesia tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi trio ini untuk berputar dan melepaskan tembakan.
Selain ancaman dari tengah, sisi sayap Vietnam juga menjadi perhatian khusus. Kecepatan para pemain sayap lawan dinilai sangat merepotkan, terutama kemampuan mereka dalam menciptakan situasi satu lawan satu yang kerap berujung peluang berbahaya.
"Mereka memiliki fisik yang kuat, kemampuan menahan bola, serta penyelesaian akhir yang berbahaya. Selain itu, pemain sayap Vietnam juga cepat dan sering menciptakan situasi satu lawan satu," kata Luciano menambahkan.
Sosok yang patut diwaspadai adalah Nguyen Dinh Bac. Penyerang sayap berusia 21 tahun itu tengah dalam performa impresif dengan torehan tiga gol, menjadikannya top skor sementara Vietnam di turnamen ini. Ketajamannya berpadu dengan kreativitas trio Brasil membuat lini depan The Golden Star Warriors menjadi salah satu yang paling ditakuti di Grup A.
Menghadapi ancaman yang berlapis tersebut, Luciano menekankan bahwa organisasi pertahanan adalah segalanya. Ia mengingatkan lini belakang Indonesia untuk tidak lengah sedetik pun, terutama dalam menjaga jarak antarlini dan komunikasi antar bek.
"Lini belakang Indonesia harus bermain sangat disiplin. Jarak antarlini harus tetap rapat, komunikasi antarbek harus berjalan dengan baik dan para bek tidak boleh terlalu mudah keluar dari posisinya," tutur Luciano.
"Timnas Vietnam sangat berbahaya ketika mendapatkan ruang di belakang pertahanan, sehingga konsentrasi selama pertandingan akan menjadi kunci," sambungnya.
Luciano percaya peluang Indonesia meraih kemenangan sangat terbuka jika skuad Garuda mampu menjaga intensitas permainan sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. "Jika Indonesia mampu menjaga konsentrasi selama 90 menit, bermain dengan disiplin dan mempertahankan intensitas sejak awal hingga akhir pertandingan, saya yakin peluang untuk meraih kemenangan sangat terbuka," pungkasnya.