JAWA BARAT — Angka tersebut disampaikan Vice Director Chery Business Unit Budi Darmawan Jantania di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Jumat (31/7). Dari total 6.000 unit yang masuk, seluruhnya berasal dari kanal pemesanan daring yang mereka tetapkan sebagai satu-satunya jalur resmi.
"Sampai terakhir yang di online sudah lebih 6.000 unit pemesanan, tapi jangan khawatir karena kami sudah menyiapkan produksinya," ujar Budi di GIIAS 2026.
Konsekuensi dari membludaknya pemesanan adalah waktu tunggu pengiriman yang semakin panjang. Chery memastikan konsumen yang melakukan booking saat ini baru akan menerima unit paling cepat Oktober hingga November 2026, setelah seluruh pesanan gelombang pertama selesai didistribusikan.
"Mungkin paling sekitar Oktober atau November, karena kita full fill dulu yang first batch, mungkin sampai Oktober, dan setelah itu baru pemesan mulai sekarang," jelas Budi.
Untuk menjaga transparansi, setiap konsumen yang sudah membayar uang muka Rp5 juta akan mendapatkan nomor urut resmi. Nomor tersebut menjadi dasar pengiriman dan tidak bisa disalip oleh pihak mana pun. Chery juga membuka akses pantauan status pesanan melalui situs resminya, mulai dari unit tiba di dealer hingga proses serah terima.
Kebijakan harga juga berubah seiring berakhirnya periode pra-pemesanan yang semula dijadwalkan rampung 25 Juli, lalu diperpanjang hingga penutupan GIIAS 2026 pada 9 Agustus. Selama periode tersebut, Chery membanderol Q Pure di angka Rp239,9 juta dan Q Rizz Rp259,9 juta.
Setelah pameran usai, kedua varian tersebut naik masing-masing Rp10 juta. Q Pure menjadi Rp249,9 juta dan Q Rizz Rp269,9 juta. "Naik Rp10 juta semua, yang Pure dan Rizz," kata Budi.
Konsumen yang tetap ingin memesan lewat dealer tidak akan ditolak, namun prosesnya tetap diarahkan ke platform online. Salesman di dealer akan membantu pembeli yang kesulitan mengakses sistem, karena pemesanan manual tidak menghasilkan nomor urut.
"Nanti bisa dibantu oleh salesman untuk diarahkan ke online. Datang ke dealer bisa, nanti akan dipandu via online," ujarnya.
Chery mengakui antrean yang menumpuk berpotensi memperpanjang masa tunggu konsumen. Budi menyebut pihaknya sudah membaca tren permintaan sejak masa pra-pemesanan pertama dimulai dan tengah mengejar kapasitas produksi.
"Delivery akan kami kejar supaya waktu tunggu tidak terlalu lama. Karena waktu pre book itu kan sudah sampai dua bulan. Kita sudah bisa membaca trennya," tutupnya.